MAKASSAR, Wacanakampus.com- Kandidat
calon wakil gubernur Sulsel Aziz Qahhar Mudzakkar angkat bicara terkait
aksi kekerasan yang mulai mewarnai persaingan jelang pilgub Sulsel
mendatang.
MENURUT anggota DPD RI asal Sulsel ini, aksi kekerasan harus menjadi musuh bersama. Aksi kekerasan sebaiknya tidak dicarikan alasan pembenaran. Aksi penyerangan iring-iringan Ilham Arief Sirajuddin di Bontonompo Gowa beberapa waktu lalu, akan menjadi hikmah di mata Aziz dan pengikutnya.
Sosok pemimpin rendah hati ini pun mengeluarkan maklumat pada pendukungnya untuk bisa berhati-hati dan mawas diri. Tim Pejuang haruslah seperti lebah. Menebarkan kenikmatan dan kelezatan melalui madunya. Tapi kalau ada yang mengganggunya, maka lebah siap mengejar si pengganggu sampai ujung dunia sekalipun.
Penegasan ini disampaikan Aziz di sela-sela kunjungan ke sejumlah wilayah di Barru, kemarin. Putra kahar Muzakkar ini bersilaturahmi dengan petani, pengusaha, petambak, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Barru. Di Tanete Riaja, Aziz mendengar petani yang mengeluhkan harga gabah terburuk utamanya saat musim panen. Di Barru, Aziz menyisir 13 wilayah berbeda di daerah. Aziz ditemani tokoh masyarakat setempat. Aziz juga sosialisasi UUD 1945 di Pangkep dengan melibatkan ratusan guru PKN se-Kabupaten Pangkep. Sosialisasi ini adalah agenda resmi Aziz selaku anggota DPD RI.
Pasangan Semangat Baru, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) yang akan menantang cagub incumbent, Syahrul Yasin Limpo menegaskan siap memenangkan pilgub dengan cara terhormat.
Sikap ingin menang terhormat ini menjadi sinyal IA mengajak berpolitik penuh etika dan santun. Jauh dari aksi kekerasan. "Kami ingin menang secara terhormat," tandas Ilham.
Kendati petahana saat ini berada di atas angin, Ketua Devisi Komunikasi dan Publikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsur Rizal memastikan tidak akan gentar dengan anggapan IA masih jauh di bawah Syahrul. Kubu IA yakin bisa memenangkan amanah masyarakat Sulsel apalagi dukungan kepada pasangan ini terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Fajar.co.id
MENURUT anggota DPD RI asal Sulsel ini, aksi kekerasan harus menjadi musuh bersama. Aksi kekerasan sebaiknya tidak dicarikan alasan pembenaran. Aksi penyerangan iring-iringan Ilham Arief Sirajuddin di Bontonompo Gowa beberapa waktu lalu, akan menjadi hikmah di mata Aziz dan pengikutnya.
Sosok pemimpin rendah hati ini pun mengeluarkan maklumat pada pendukungnya untuk bisa berhati-hati dan mawas diri. Tim Pejuang haruslah seperti lebah. Menebarkan kenikmatan dan kelezatan melalui madunya. Tapi kalau ada yang mengganggunya, maka lebah siap mengejar si pengganggu sampai ujung dunia sekalipun.
Penegasan ini disampaikan Aziz di sela-sela kunjungan ke sejumlah wilayah di Barru, kemarin. Putra kahar Muzakkar ini bersilaturahmi dengan petani, pengusaha, petambak, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Barru. Di Tanete Riaja, Aziz mendengar petani yang mengeluhkan harga gabah terburuk utamanya saat musim panen. Di Barru, Aziz menyisir 13 wilayah berbeda di daerah. Aziz ditemani tokoh masyarakat setempat. Aziz juga sosialisasi UUD 1945 di Pangkep dengan melibatkan ratusan guru PKN se-Kabupaten Pangkep. Sosialisasi ini adalah agenda resmi Aziz selaku anggota DPD RI.
Pasangan Semangat Baru, Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) yang akan menantang cagub incumbent, Syahrul Yasin Limpo menegaskan siap memenangkan pilgub dengan cara terhormat.
Sikap ingin menang terhormat ini menjadi sinyal IA mengajak berpolitik penuh etika dan santun. Jauh dari aksi kekerasan. "Kami ingin menang secara terhormat," tandas Ilham.
Kendati petahana saat ini berada di atas angin, Ketua Devisi Komunikasi dan Publikasi DPD Demokrat Sulsel, Syamsur Rizal memastikan tidak akan gentar dengan anggapan IA masih jauh di bawah Syahrul. Kubu IA yakin bisa memenangkan amanah masyarakat Sulsel apalagi dukungan kepada pasangan ini terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Fajar.co.id



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !