Demo BBM Depan UNHAS, Ricuh - Berita Kampus I Informasi online Mahasiswa
Headlines News :

Info Beasiswa

Info Beasiswa Lainnya... »

Label 1

Komunitas

INFO LOMBA

Info Lomba Lainnya... »
Home » , , , » Demo BBM Depan UNHAS, Ricuh

Demo BBM Depan UNHAS, Ricuh

Written By Wacana Kampus on 22 Maret 2012 | 16.27.00

Makassar, Wacanakampus.com - Unjuk rasa penolakan rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) di pintu satu Universitas Hasanuddin Rabu (21/3) kemarin berlangsung ricuh. Selain sempat menduduki SPBU, demo ini juga menyebabkan satu mobil terbakar. Mobil yang terbakar itu adalah milik PT Coca-cola yang melintas. Ruang kemudi rusak parah. Mobil tersebut kini terparkir di lokasi. Seorang mahasiswi sempat diamankan.

Kemarin, aksi mahasiswa sempat terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, di antaranya di Kampus Unhas dan depan Kampus UMI Jalan Urip Sumohardjo. Demo di depan Kampus UMI sempat membuat arus lalulintas macet, karena mahasiswa menutup separoh badan jalan dan membakar ban bekas.

Hal serupa juga terjadi di depan pintu I Unhas Jalan Perintis Kemerdekaan, aksi mahasiswa sempat membuat arus lalulintas terganggu.
Awalnya, aksi demo di Unhas menolak rencana kenaikan harga BBM berlangsung damai. Namun mahasiswa lalu menduduki SPBU yang berada di depan pintu 1 Unhas. Mahasiswa mengarahkan pengendara untuk mengisi bensin secara gratis di SPBU. Pihak SPBU kaget lalu mematikan listrik agar mesin tidak berfungsi. Hal ini yang diduga memicu aksi anarkis. "Mahasiswa suruh isi saja bensin di SPBU sebelah, semua itu gratisji," kata masyarakat saksi mata yang ada TKP meniru perkataan mahasiswa yang malakukan aksi.

Aparat kepolisian mengerahkan sekitar 200 personel. Bentrokan pun tidak dapat terelakkan. Aksi saling lempar terjadi. Dalam kejadian ini, beberapa kendaraan mengalami kerusakan. Seperti kendaraan milik PT Coca-cola dengan nomor polisi DD 993 OJ dibakar. Dua kendaraan dinas berplat merah dibalik. Mahasiswa juga menyandera truk yang mengangkut gas elpiji ukuran 3 kg. Beberapa tabung gas sempat meledak. Meski demikian tidak sampai ada korban jiwa.
Dua mobil water canon polisi jadi sasaran pelemparan. Puluhan polisi anti huru-hura siaga di luar kampus. Beberapa kali, polisi menembakkan gas air mata dan air dari mobil water canon, tapi mahasiswa tak bergeming. Mereka bertahan di dalam kampus.

Bentrokan bukan hanya melibatkan mahasiswa dan aparat kepolisian, tapi juga warga yang geram dengan ulah mahasiswa. Seorang warga yang mengaku bermukim di sektiar kampus mengatakan, akibat aksi mahasiswa itu membuat ruas jalan lumpuh total. "Mahasiswa tidak lagi bisa dibendung. Mereka bertindak anarkis dan merusak. Kami sebagai warga juga sangat resah dan khawatir. Kalau mahasiswa ingin memperjuangkan kepentingan masyarakat sebaiknya tidak dengan cara kekerasan," kata Amirullah, yang juga mengaku pemilik gas yang disandera.
Bentrok berhenti setelah Pembantu Rektor III, Nazarudin Salam, turun tangan. Baik mahasiswa maupun polisi akhirnya menarik diri.

Nazarudin muncul di tengah bentrok didampingi dosen dan sejumlah mahasiswa. Dia meminta salah satu dosen, Abdul Rasyid, menemui aparat kepolisian untuk bernegosiasi.
Dalam negosiasi, Kapolrestabes Makassar Kombes Erwin Triwanto bersedia menarik diri setelah mendapat jaminan dari pihak kampus bahwa mahasiswa tidak lagi menyerang polisi. Kemudian mobil water cannon dan ratusan personel pun ditarik dari lokasi bentrok.
Saat ditanya pelaku pembakaran mobil, Erwin mengaku masih berusaha mengidentifikasinya. "Termasuk pelaku perusakan Alfamart dan SPBU, masih kita identifikasi," katanya.

Dari lokasi kejadian, polisi hanya mengamankan seorang mahasiswi. Mahasiswi ini dinilai membantu bentrok karena mengumpulkan batu untuk mahasiswa. Ia dibawa ke Polrestabes Makassar. "Hanya diamankan, tidak ditahan," kata Erwin.
Sementara Abdul Rasyid mengatakan tidak semua mahasiswa berasal dari Unhas. "Sebagian di antaranya bukan mahasiswa kami," katanya.

Kapolrestabes juga mengatakan, pihaknya akan terus siap siaga melakukan pengamanan di area kampus. "Kami akan tetap siap melakukan pengamanan dan menjaga kondisi di tengah masyarakat tetap kondusif. Kami harap mahasiswa tidak melakukan hal-hal yang malah menimbulkan persoalan," terang Erwin.
"Kami harap juga warga dapat tenang dan tidak terprovokasi," tambahnya.
Dalam aksi ini, pihak aparat mengamankan salah satu mahasiswi bernama Winie, angkatan tahun 2006. Namun menurut Erwin yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), Winie tidak ditahan namun hanya diamankan. "Kami tidak tahan, cuma diamankan," katanya.
Selanjutnya, aparat kepolisian melakukan pendekatan kepada pihak kampus UH. "Kami adakan duduk bersama ke pihak kampus membahas kejadian ini agar tidak berdampak lanjut," singkat Erwin.

Hal senada diungkapkan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Himawan Sugeha yang mengatakan, mereka yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan pembakaran mobil serta pelaku pelemparan sudah diamankan di Polrestabes. Hanya saja, Kasat Reskrim masih belum bisa memberikan jumlah dan identitasnya karena masih melakukan penyilidikan.
Polisi juga mempelajari wajah perusakan dan pembakaran mobil serta pelemparan yang terekem di kamera. "Bagi pelaku yang terekam kamera akan ditangkap dan diamankan untuk dicocokan dengan wajah mereka yang terekam kamera. Saat ini anggota resmob dan Intelkan Polrestabes Makassar sudah diturunkan di lokasi untuk melacak dan mencari informasi dan saksi di TKP," jelasnya.


Gubernur Kumpulkan Petinggi PT


Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo menggelar rapat tertutup bersama 13 petinggi universitas dan perguruan tinggi yang ada di Sulsel. Turut hadir dalam pertemuan itu Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo dan Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen Muhammad Nizam.

Rapat tertutup yang dilaksanakan di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (20/3) itu berlangsung selama kurang lebih dua jam. Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, pertemuan tersebut merupakan koordinasi satu atap yang dilakukan untuk mengantisipasi adanya gejolak di Sulsel. Apalagi, rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga BBM menuai protes dari masyarakat, khususnya mahasiswa. “Rapat untuk mengantisipasi adanya gejolak di Sulsel,” kata Syahrul singkat.

Sebelumnya, Senin (19/3), gubernur bersama kapolda dan pangdam juga melakukan rapat tertutup di ruang kerja gubernur. Materi pertemuannya juga membahas antisipasi gejolak yang mungkin terjadi di Sulsel.(*)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Nasional

More on this category »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Berita Kampus I Informasi online Mahasiswa - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya