MAKASSAR, Wacanakampus.com - PT Pelabuhan Indonesia IV menyatakan
perluasan areal dermaga baru diperuntukkan petikemas dan non peti kemas
sepanjang 150 meter dari panjang dermaga sebelumnya 1.360 meter
terkendala rekomendasi.
"Kami terkendala izin dari Pemerintah Kota Makassar, sampai saat ini belum ada. Sebab, kalau mau membangun harus ada rekomendasi dari wali kota, lagipula anggaran sudah siap," kata Direktur Utama PT Pelindo IV Harry Sutanto di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Dihadapan wartawan saat mengelar temu pers di Kantor Pelindo IV Makassar Harry mengatakan, pelebaran dermaga di Pelabuhan Soekarno Hatta, Pelabuhan Makassar harus segera dilakukan pembangunan, karena sangat berpengaruh pada arus bongkar muat barang.
"Kita sudah bertemu dengan wali kota dan telah dijanjikan segera dikeluarkan rekomendasi, tetapi menurut informasi yang diterima belum ada. Penambahan dermaga ini penting mengingat Pelindo IV adalah pusat di Kawasan Timur Indonesia," ulasnya.
Mengenai nilai investasi pengembangan dan perluasan Pelabuhan Makassar , dia menyebutkan, di tahun 2010 mencapai Rp130 miliar, kemudian pada 2011 bertambah Rp458 miliar dan di tahun 2012 meningkat menjadi Rp551 miliar.
"Kami sudah ajukan ke komisaris pusat dari investasi Rp551 ditingkatkan hingga Rp762 miliar. Hal itu dikarenakan anggaran tidak cukup bukan hanya pelebaran dermaga saja tetapi penambahan alat pun dibutuhkan," sebutnya.
Terkait dengan permasalah sebelumnya terjadi antrean kapal masuk ke dermaga salah satunya pada kasus bongkar muat pupuk menjadi terhambat sehingga dipersoalkan berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi, Harri menyatakan pihaknya sudah berbenah.
"Sudah dilakukan antisipasi, arus bongkat muat barang tadinya dari 450-1.000 ton kini sudah mencapai 1.500-2.000 ton dan dalam satu jam bisa membongkar hingga 225 ton. Kita sudah bisa 5.000 ton perhari dengan target maksimal 8.000 ton di tahun 2012," ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Makassar segera memberikan rekomendasi izin pembangunan dermaga sehingga target Pelindo IV dengan mitra kerja sebanyak 14 instansi dapat berjalan normal serta lebih profesional.
"Kami terkendala izin dari Pemerintah Kota Makassar, sampai saat ini belum ada. Sebab, kalau mau membangun harus ada rekomendasi dari wali kota, lagipula anggaran sudah siap," kata Direktur Utama PT Pelindo IV Harry Sutanto di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Dihadapan wartawan saat mengelar temu pers di Kantor Pelindo IV Makassar Harry mengatakan, pelebaran dermaga di Pelabuhan Soekarno Hatta, Pelabuhan Makassar harus segera dilakukan pembangunan, karena sangat berpengaruh pada arus bongkar muat barang.
"Kita sudah bertemu dengan wali kota dan telah dijanjikan segera dikeluarkan rekomendasi, tetapi menurut informasi yang diterima belum ada. Penambahan dermaga ini penting mengingat Pelindo IV adalah pusat di Kawasan Timur Indonesia," ulasnya.
Mengenai nilai investasi pengembangan dan perluasan Pelabuhan Makassar , dia menyebutkan, di tahun 2010 mencapai Rp130 miliar, kemudian pada 2011 bertambah Rp458 miliar dan di tahun 2012 meningkat menjadi Rp551 miliar.
"Kami sudah ajukan ke komisaris pusat dari investasi Rp551 ditingkatkan hingga Rp762 miliar. Hal itu dikarenakan anggaran tidak cukup bukan hanya pelebaran dermaga saja tetapi penambahan alat pun dibutuhkan," sebutnya.
Terkait dengan permasalah sebelumnya terjadi antrean kapal masuk ke dermaga salah satunya pada kasus bongkar muat pupuk menjadi terhambat sehingga dipersoalkan berbagai pihak termasuk Pemerintah Provinsi, Harri menyatakan pihaknya sudah berbenah.
"Sudah dilakukan antisipasi, arus bongkat muat barang tadinya dari 450-1.000 ton kini sudah mencapai 1.500-2.000 ton dan dalam satu jam bisa membongkar hingga 225 ton. Kita sudah bisa 5.000 ton perhari dengan target maksimal 8.000 ton di tahun 2012," ungkapnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Makassar segera memberikan rekomendasi izin pembangunan dermaga sehingga target Pelindo IV dengan mitra kerja sebanyak 14 instansi dapat berjalan normal serta lebih profesional.
(*/tribun-timur.com)


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !