MAKASSAR, Wacana. - Belasan mahasiswa dari dua Fakultas di Universitas Negeri Makassar yakni mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Seni dan Bahasa kembali berulah alias bentrok, Kamis (8/3/2012).
Bentrokan ini terjadi tatkala kampus dalam keadaan ramai sekitar pukul 18.00 wita.
Pertikaian dua fakultas ini sudah sering terjadi bahkan sudah menjadi santapannya selama bertahun-tahun.
Berdasarkan informasi dari sejumlah mahasiswa yang berada di lokasi bentrokan terjadi, perkelahian itu dipicu persoalan sepele yaitu saling ejek-mengejek antar kedua fakultas.
Akibatnya, kedua fakultas ini langsung saling serang dengan menggunakan batu.
Satuan Pengamanan (Satpam) kampus yang berada di lokasi sempat melerai pertikaian tersebut. Karena jumlah mahasiswa yang bertikai cukup banyak, satpam kampus pun terpaksa mundur.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena jumlah mahasiswa saat itu lebih banyak dibandingkan dengan personil satpam," kata salah seorang satpam kampus.
Perkelahian ini berhasil dihentikan, setelah puluhan petugas dari Kepolisian Sektor Kota Tamalate tiba di lokasi.
"Kami langsung bertindak cepat agar pertikaian ini tidak berlanjut,"ujat Kanit Patroli Polsekta Tamalate Iptu Sukaryono.
Akibat kejadian itu, sejumlah kaca di gedung Fakultas Seni pecah dan dua unit sepeda motor Yamaha Mio Seoul berpelat DD 3763 OP dan Suzuki Smash bernomor DD 4578 BH rusak.
Larang Nginap
Pejabat Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar, melarang mahasiswa menginap di dalam kampus, pasca bentrokan antara mahasiswa Teknik dengan mahasiswa Bahasa dan Seni, petang tadi.
Pembantu Dekan III Fakultas Teknik, Andi Idham, Kamis (8/3/2012), mengatakan, kebijakan melarang mahasiswa menginap di dalam kampus semata-mata untuk menghindari terjadinya bentrok susulan.
Idham mengaku tak tahu penyebab terjadinya bentrokan tersebut. "Saya tidak tahu apa penyebabnya," kata Idham
Kepala Unit Reskrim Polsek Tamalate, Inspektur Polisi Satu Ahmad Canggih mengatakan pihaknya akan menempatkan anggota Intelkam untuk mengantisipasi perkelahian susulan.
"Kami akan kerahkan sejumlah personil untuk melakukan penjagaan serta pengamanan dalam kampus. Hal ini untuk menghindari adanya pertikaian susulan," terangnya.
Bentrok yang terjadi petang tadi tidak menyebabkan korban luka. Akan tetapi beberapa fasilitas kampus rusak terkena lemparan batu.
(*/tribun-timur.com)


Berlaku untuk sementara saja.........
BalasHapusmahasusah... Otak udang semua...
BalasHapus