JAKARTA , wacanakampus.com- Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, membeberkan
isi kesepakatan Gerindra dengan Demokrat. Ada tiga poin terkait hal
tersebut. Ini dia isinya:
Pertama, Demokrat meminta sisa periode
DPR yang hanya dua tahun harus dimanfaatkan untuk efektifitas demokrasi.
Aspirasi rakyat harus terus dihimpun dan didengar DPR sehingga
pembangunan semakin maksimal. DPR juga harus terus menjalankan
fungsinya, yaitu legislasi, pengawasan, dan pembahasan anggaran.
Demokrat
juga meminta Gerindra untuk mendukung produktifitas kebijakan
pemerintah berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Kebijakan
yang dinilai tidak pro rakyat harus diperbaiki agar kemaslahatan rakyat
tetap menjadi prioritas. Demokrat juga menginginkan Gerindra untuk
mendukung SBY-Boediono hingga 2014.
"Kami tidak ada masalah dengan
itu semua. Namun harus dipahami, kesepakatan itu bukan berarti kita
harus berkoalisi," jelas Ahmad Muzani, saat dihubungi, Ahad (15/4).
Masalah
kesejahteraan rakyat misalkan, Demokrat dengan Gerindra belum tentu
memiliki kesamaan pandangan terkait harga BBM. Demokrat ingin naik,
sedangkan Gerindra tidak, karena kalau harga BBM naik akan semakin
memberatkan kehidupan rakyat. Sementara, pemerintah masih mampu
menyubsidi lebih besar agar harga BBM tidak naik.
Terkait dengan
dukungan SBY Boediono, Muzani menjelaskan, pihaknya pasti mendukung.
Tidaklah mungkin pihaknya menginginkan pemerintahan diganti, karena hal
itu akan menghambat proses demokrasi. "Tapi ketika Pemilu 2014 berbeda
lagi. Kita sudah menggerakkan mesin partai kami agar kami maksimal dalam
bertarung pada tahun itu," jelasnya.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !