MAKASSAR, Wacana.- Rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April mendatang, mengundang gelombang aksi unjuk rasa penolakan di sejumlah daerah, termasuk di Kota Makassar. Bahkan, saat berunjuk rasa di gedung DPRD Sulsel sempat memecahkan kaca gedung wakil rakyat itu.
Untuk mengamankan aksi demo di sejumlah tempat di Kota Makassar, jajaran Polda Sulselbar pun sudah melakukan antisipasi. Khusus di Kota Makassar, sekitar 800 polisi diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa.
Kabag Ops Polrestabes Makassar AKPB Hotman Sirait mengemukakan, dalam mengantisipasi aksi unjuk rasa menentang rencana kenaikan harga BBM, aparat kepolisian akan menurun sekitar 800 personel keamanan. Mereka terdiri dari Samapta Polrestabes Makassar, Samapta Polda, Brimob Polda, lengkap dengan mobil Dalmas, dan kamera.
Sasaran pengamanan di antaranya di flayover, gedung DPRD Makassar, DPRD Sulsel, Balaikota, Kantor Gubernur, SPBU dan Pertamina.
Sementara untuk pengamanan di SPBU dilibatkan anggota di jajaran Polsek masing-masing yang wilayahnya tedapat SPBU.
Bagi demonstras yang melakukan anarkis, merusak fasilitas umum di jalan dan perkantoran akan diamankan dan diproses sesuai dengan perbuatannya.
Saat ini anggota Intelkam di jajaran Polrestabes Makassar telah turun di lapangan memantau dan melakukan pengawasan tempat-tempat penyaluran BBM dan SPBU. Ini untuk menghindari penimbunan BBM. "Bagi pengusaha yang kedapatan menimbun BBM akan kita tindak tegas," katanya.
Kapolsek Mamajang Kompol Darwis menambahkan, pihaknya saat ini sudah menugaskan anggota melakukan patroli di SPBU Jalan Veteran Selatan dan Jalan Ratulangi.
Hal sama diungkapkan Kapolsek Mariso Kompol Irene. Menurtu Irene, ajaran polsek akan mengawasi SPBU di Jalan Cendrawasih, Jalan KS Tubun, dan Kantor Pertamina Jalan Garuda dan sekitarnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat tidak arogan dalam menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dilakukan pada 1 April mendatang. "Unjuk rasa atau protes tertentu harus dipahami sebagai makna demokrasi apa adanya. Yang penting segala bentuk protes ataupun unjuk rasa itu tidak berubah jadi aksi anarkis yang merusak apalagi tindakan melawan hukum dan ini konstitusional," ujar Presiden dalam sambutanya di Tempo Scan Tower, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/3).
Pecahkan Kaca Pintu
Aksi demo penolakan kenaikan BBM mulai berlangsung di Kota Makassar. Kemarin, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksinya di gedung DPRD Sulsel dan berakhir ricuh. Para mahasiswa mendesak memasuki gedung dewan, namun terhalang sejumlah aparat dari kepolisian dan satpol PP yang berakibat pada pemukulan terhadap kaca pintu depan lantai II Gedung DPRD Sulsel, Kamis (8/3).
Usai memukul kaca pintu, mahasiswa akhirnya turun ke lantau dasar kembali menggelar aksi penolakan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
Kabag Humas DPRD Suslel, Syamsiyah menjelaskan bahwa aksi pemukulan pintu kaca semestinya tidak perlu terjadi, apalagi sudah ada jaminan kepada mahasiswa bahwa ada anggota dewan yang siap menerima mereka di ruang aspirasi. "Seharusnya mahasiswa tidak melampiaskan kekecewaanya dengan cara memukul kaca pintu," ucap Syamsiyah.
Aksi mahasiswa UNM akhirnya diterima tiga anggota dewan yakni Hois Bachtiar, HM Jafar Sodding dan Daan Pongtasik.
Ketiga wakil rakyat ini mendukung aksi mahasiswa dengan menolak rencana kenaikan BBM.
"Kita sepakat menolak rencana kenaikan BBM," ucap politisi PKS Jafar Sodding.
Bahkan politisi PDIP Daan Pongtasik meminta aksi penolakan kenaikan BBM perlu kebersamaan agar pemerintah serius dalam menanggapi tuntutan arus bawah. "Bila perlu aksi ini meluas di semua lapisan agar mendapat perhatian pusat," ucapnya. (BKM)



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !